Berita Politik l Berita Bola l Prediksi Bola l Prediksi Togel | Nonton Film Online Terbaru

Wednesday, July 18, 2018

Apakah Benar Presiden Indonesia Pak Jokowi Takut Kepada Seorang Rizieq Shihab Yang Sekarang Melarikan Diri Ke Arab Saudi ???

Apakah Benar Presiden Indonesia Pak Jokowi Takut Kepada Seorang Rizieq Shihab Yang Sekarang Melarikan Diri Ke Arab Saudi ???

Jagoberita - "Bro.. Teman-teman tidak bersedia menjadi relawan Jokowi. Mandat kami kembalikan. Kami jadi relawan sosial saja", ujar seorang teman relawan dari Medan.

Saya memdengar curhatnya dari balik handphone. Panjang lebar teman saya ini bercerita soal kekecewaannya pada Jokowi. Teman saya ini adalah relawan Djarot Sihar yang pada Pilkada Gubernur Sumut lalu sangat militan turun ke akar rumput.

Teman-teman relawan ini punya energi tinggi mendukung orang baik jujur. Mereka mencetak kaos, blusukan ke pasar rakyat, bikin aksi bagi kacamata baca dan juga selalu posting nilai positif Djarot Sihar di media sosial.

Semua kerja sosialisasi kampanye itu dikerjakan swadaya dengan semangat luar biasa. Hampir 5 bulan saya bersama mereka. Dan kali ini mereka memilih pasif dan golput pada pilpres 2019.

Pasalnya mereka menilai Jokowi lemah dalam penegakan hukum. Jokowi dinilai mereka takut pada Rizieq Shihab sehingga memberi SP3. Menghentikan kasus hukum chat mesum Imam Besar FPI Rizieq Shihab itu.

Saya mencoba menjelaskan pikiran yang berbeda dengan mereka. Meski satu tim satu perahu tapi soal sikap dan pikiran kami punya pendirian masing-masing. Mereka tahu saya sebagai relawan Ahok garis keras juga kecewa dengan SP3 Rizieq.

Kekecewaan saya itu saya ekspresikan dengan puasa membicarakan Jokowi selama seminggu lalu menutup akun fesbuk saya selama seminggu. Kemudian saya menarik diri dari semua WAG yang beraroma Jokowi. Ada hampir 80 grup Jokowi yang saya ikuti terpaksa saya tinggalkan. Saya benar-benar puasa dan malas bicarakan soal Jokowi.

Hanya akun twitter dan IG yang saya aktifkan. Sesaat SP3 diumumkan Polri, uneg-uneg dan ekspresi kekecewaan itu saya tumpahkan di akun twitter saya. Isinya soal keberatan saya atas keputusan Polri mengeluarkan SP3 Rizieq Shihab. Cukup keras pendapat saya soal SP3 itu.

Saya memahami perasaan teman-teman Ahoker yang sampai saat ini belum bisa menerima SP3 Rizieq Shihab. Saya mengerti alur pikir teman2 saya ini. Ada banyak orang seperti mereka. Saya kenal militansi dan keteguhan hati mereka.

Setelah kejengkelan saya mereda, saya mencoba menengok ke belakang. Mengajukan kembali pertanyaan-pertanyaan yang meragukan keberanian dan ketegasan Jokowi.

Jokowi punya ikon sebagai sosok pribadi yang punya ketegasan tanpa ragu. Pemberani. Koppig alias keras kepala. Tapi mengapa Jokowi takut pada Rizieq Shihab? Ada apa sebenarnya di balik itu? Benarkah Jokowi penakut? Teman2 relawan seperjuangan...

Pada pertengahan bulan puasa lalu saya mendapat kesempatan bertatap muka dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor. Ada puluhan orang kami diundang untuk berdialog dengan Presiden Jokowi.

Pada kesempatan menjelang berbuka puasa itu, saya mendengarkan Jokowi menyampaikan pikirannya. Ada lima pokok persoalan yang disampaikan Jokowi kepada kami. "Kita harus menyuarakan optimisme. Kita bangsa yang besar dan mampu", ujar Jokowi.

"Selama ini kita ditakut-takuti oleh mereka yang menguras kekayaan negara kita. Kita dibuat tak berdaya seolah-olah jika kita melawan mereka negara kita kacau dan runtuh", ucap Jokowi

Pada awal pemerintahan Jokowi kita tahu kebijakan pertama dan paling berani Jokowi adalah menenggelamkan Petral. Petral adalah sarang penyamun mafia migas. Tempat berbagi rampasan perampok kekayaan negara.

Ratusan trilyun uang negara dibegal oleh kolaborasi penguasa, pengusaha dan politisi. Itu berlangsung puluhan tahun tanpa ada seorangpun melawannya. Alih-alih melawan yang terjadi malah bermesraan dengan mafia migas.

Jokowi datang tanpa ba bi bu sekali tendang Petra melayang ke neraka. Ratusan uang negara selamat. Penikmat rente minyak Petral blingsatan marah. Tapi Jokowi tak peduli. Meski Jokowi ditakut-takuti akan adanya serangan balik dari mafia migas ini. Usai bicara mafia migas Jokowi bicara mafia ikan.

"Bapak Presiden tahu siapa dibelakang mafia ikan? Bapak yakin dengan keputusan Bapak? Bapak siap dengan perlawanan mafia ikan itu? ", ujar Jokowi menirukan pertanyaan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Menteri Susi tiga kali mengahadap bosnya Jokowi untuk memastikan kebijakan meledakkan dan menenggelamkan kapal pencuri asing.

Menteri Susi melaporkan bahwa kapal-kapal asing yang menjarah ikan di laut Indonesia adalah milik mafia ikan asal Indonesia yang selama puluhan tahun berkuasa di laut Indonesia.

Ratusan trilyun dijarah mafia ini. Kekayaan laut kita dikuras masuk ke pundi2 kelompok mereka. Mereka bak mafioso membagi jatah kepada aparat dan politisi agar melenggang bebas menjarah hasil laut kita. "Bu Susi. Ini perintah. Besok tenggelamkan kapal-kapal itu", tegas Jokowi.

Darr... Darrr.. Darr... Hingga kini hampir 400 kapal mafia ikan sudah ditenggelamkan di laut kita. Tidak ada ampun bagi bajak laut yang mencuri ikan kita. Ujungnya nelayan kita surplus ikan. Mereka menjadi tuan di lautnya sendiri. Mafia ikan lari lintang pukang. Tidak berani lagi masuk laut Indonesia.

Media Philipina bahkan memberi apresiasi tinggi atas keberanian Presiden Jokowi dalam berhadapan dengan Tiongkok.

Kata media Philipina itu, Jokowi bukan seorang jaksa senior, Ia hanya pengusaha mebel. Ia bukan sosok macho atau gagah. Bahkan mungkin Jokowi tidak tahu cara menggunakan senjata api. Ia terlihat lemah dibandingkan dengan Presiden Tiongkok yang gagah itu bukan?

Negaranya Indonesia tidak sekaya China. Kekuatan militernya tidak sekuat militer China. Negaranya tidak punya senjata nuklir seperti China. China dengan kekuatan militernya bisa dengan mudah menaklukkan Indonesia. Semua kota di Indonesia terjangkau hulu ledak misil nuklir China. Seperti halnya negara kita Philipina.

Negara Indonesia tidak punya hubungan sekutu militer Mutual Defense Treaty dengan negara superpower yang memberi jaminan perlindungan apabila diserang negara lain.

Joko Widodo dan Indonesia terlihat akan bertarung sendirian jika diserang China berbeda dengan Philipina yang punya perisai perlindungan dari negara superpower USA.

Tapi lihatlah Joko Widodo di Laut China Selatan Natuna. Di atas geladak kapal tua corvette berumur 34 tahun, Jokowi berdiri gagah menantang siapapun yang coba mengganggu kedaulatan wilayah Indonesia.

Jokowi dengan tegas menyampaikan pesan bahwa Indonesia tidak takut dengan negara manapun. Ia dengan percaya diri berdiri di atas kapal perang menyampaikan pesan tegas akan menenggelamkan kapal pencuri ikan yang masuk Zona Ekonomi Ekslusif laut Indonesia. Sudah ratusan kapal pencuri ikan asal China ditenggelamkan dan diledakkan.

Setelah selesai bicara kedaulatan wilayah Indoneisa, Jokowi bicara soal radikalime, intoleransi dan rongrongan pada Dasar Negara Pancasila.

"Maaf Bapak Presiden. Apakah bapak yakin untuk membubarkan HTI? Apakah Bapak siap menerima risiko politik dari jutaan pendukung HTI?", tanya Menkopolhukan tiga kali kepada Jokowi.

"Tiga kali Pak Wiranto menghadap saya menanyakan pembubaran HTI. Sampai tiga kali. Ya sudah. Besok HTI harus dibubarkan. Ini perintah", ujar Jokowi enteng di Istana Bogor pertengahan Mei lalu menirukan perintahnya pada Wiranto. Esoknya Wiranto mengumumkan pembubaran HTI.

Saya mengamati gestur muka Jokowi saat Ia berpidato. Hanya lima langkah jarak Jokowi pidato dengan kursi tempat saya duduk. Dekat sekali. Ada wajah tulus ikhlas tanpa pretensi. Semata demi kebaikan rakyat Indonesia. Keputusan tidak enak tapi harus diambil.

"Lha buktinya sekarang tidak apa-apa bukan? Kita saja yang sering ditakut-takuti akhirnya tidak berani mengambil keputusan. Sebetulnya ada satu ormas lagi mau saya bubarkan. Tapi satu-satu dulu," ucap Jokowi sambil tersenyum.
Kontan seisi ruangan tertawa mendengar itu. Kami saling lirik dan bisik. Apakah ormas itu ormas yang suka bikin rusuh dan persekusi? Apakah ormas itu yang dipimpin oleh orang yang baru dapat SP3? Hanya tawa saja berkelana di ruangan megah Istana Bogor sore itu.

Usai bicara soal HTI. Presiden Jokowi berbicara soal Freeport.
"Masa kita pemilik tambang hanya mendapat 9 persen saham Freeport. Saya tidak mau. Agustus nanti kita harus dapat 51 persen. Jika tidak, ya uwis kita ambil semua", kata Jokowi dengan muka serius.

Jokowi tidak habis pikir. Bagaimana mungkin selama puluhan tahun kita sebagai pemilik tambang hanya kebagian seupil. Kita ditakut-takuti selalu. Kita dibodohi. Seakan-akan kalau kita menuntut hak kita negara ini pecah.

Saya mengamati dengan seksama wajah gesture Jokowi. Wajah ndeso dan planga plongo yang selalu diteriakin lawan-lawannya. Tubuhnya yang kurus dengan bentuk wajah ndeso selalu dijadikan olok-olok lawannya.

Sore itu menjelang berbuka puasa, saya mendengar behind scene camera dari mulut Jokowi langsung. Begitu panjang drama perang urat leher dalam merebut Tambang Emas dan Tembaga di Papua. Ada gertakan, ancaman embargo, ancaman pemberontakan dan ancaman lainnya yang tujuannya menakut-nakuti Jokowi.

Beberapa hari lalu, kita melihat Presiden Freeport akhirnya tidak berkutik dengan permintaan pemerintah Indonesia. Indonesia berhasil memenangkan adu negosiasi. Indonesia berhasil mendapat saham mayoritas 51 persen.

"Kita harus optimis. Kita bisa dan mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Kuncinya kita harus jujur dan berani", tutup Jokowi dalam pertemuan dengan kami.

Saya senang sekali sore itu. Cuaca cerah Istana Bogor sore itu menambah keceriaan kami yang menunggu waktu berbuka puasa. Rasanya mendapat darah segar baru. Teman-teman seperjuangan..

Saya tahu tidak mudah memang memahami kusutnya gurita SP3 Rizieq Shihab. Negara kita megara hukum. Itu prinsip negara kita. Sehingga ketika ada orang above the law perasaan kita tercabik-cabik. Nurani dan akal sehat kita terjungkal.

Lama saya merenungkan soal ini. Sama seperti teman-teman lainnya yang menaruh perhatian soal hukum.

Apakah Jokowi penakut? Apakah Jokowi pengecut? Apakah Jokowi takut sama Rizieq Shihab? Begitu tanya dalam hati kita.

Saya yakin dan percaya yang ditakuti Jokowi itu hanya Allah Yang Maha Adil. Di dunia ini tidak seorangpun ditakutinya. Bahkan Presiden Tiongkok yang punya senjata nuklir. Atau Mr. Putin dan Mr. Trump. Atau juga mafia migas dan ikan yang punya jejaring mafia politik dan aparat di pemerintahannya. Punya uang trilyunan untuk menyuap atau bikin rusuh.

Oleh karena itu, coba kita renungkan sejenak. Kita refresh lagi catatan kita. Rizieq Shihab tidak lebih besar dari pemimpin super power. Rizieq Shihab tidak lebih besar dari mafia ikan, migas atau penguasa hitam ekonomi Indonesia.

Tidak ada yang ditakuti Jokowi sehingga Ia berlaku seperti bebek yang mengikuti kemauan tuannya. Tidak ada itu.

Jokowi berdiri teguh penuh optimisme tinggi. Satu-satunya jalan membangkitkan bangsa dan negara ini dari keterpurukan adalah membangun rasa percaya diri dan keberaniannya. Berani bertarung dengan bangsa besar lainnya.

Pilihannya ada pada kita. Kita bersama Jokowi berlayar dalam kapal yang sama. Atau kita meninggalkan Jokowi sendirian menaikkan layar besar Indonesia Hebat. Salam NKRI Dan Jaya Lah Indonesiaku.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Berita Terpanas

Prediksi Togel Sydney Tanggal 09 November 2018

Selamat Datang Di Forum Jagoberita.ml Prediksi Togel Sydney Untuk Hari Jumat Ini, 09 November 2018. Prediksi Di Bawah Ini Bisa Di Jadikan ...

Solusi Keuangan

Facebook

Follow by Email