Berita Politik l Berita Bola l Prediksi Bola l Prediksi Togel | Nonton Film Online Terbaru

Thursday, September 20, 2018

Rizal Ramli Ekonom Yang Menjadi Politikus Pinggir Jalan Sudah Di Laporkan Nasdem Ke Polda Metro Jaya

Rizal Ramli Ekonom Yang Menjadi Politikus Pinggir Jalan Sudah Di Laporkan Nasdem Ke Polda Metro Jaya

 Jagoberita - Apa beda ekonom dan politisi? Seorang ekonom jika bicara biasanya berdasar data yang valid. Data ini harus berasal dari badan yang diakui kredibilitasnya. Bukan data abal-abal pesanan.

Ambil contoh jika bicara data inflasi, pertumbuhan ekonomi, jumlah pengangguran acuannya merujuk data dari BPS. Badan dunia seperti World Bank juga bisa jadi acuan. Jika seorang ekonom bicara tanpa data dapat dipastikan ekonom itu ekonom pinggir jalan.

Sedangkan seorang politisi selalu bicara harapan atau janji. Isinya terkadang hiperbola. Bahkan tidak masuk akal. Orang akan memaklumi omongan politisi yang konyol meskipun di luar nalar.

Ambil contoh soal omongan Amin Rais soal penglihatan langitnya bahwa Prabowo akan menjadi presiden. Tidak perlu validasi atau pembuktian atas omongannya ini, publik sudah maklum adanya.

Tapi bagaimana jika seorang ekonom ngomong seenak udel tanpa data dan fakta?

Baru-baru ini mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli yang dipecat Jokowi karena kinerja buruknya bicara di media televisi. Rizal Ramli selepas dipecat kerapkali melontarkan kritik keras pada pemerintahan Jokowi.

Tidak ada yang salah dengan kritikan sejatinya. Bagaimanapun setiap orang bebas mengkritisi. Bebas berpendapat. Itu dijamin undang-undang. Dijamin konstitusi.

Sayangnya kritikan Rizal Ramli itu berbuah fitnah pada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Rizal menyerang Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang memberikan kuota impor garam dan gula sehingga petani garam dan tebu menjerit karena harga jatuh.

Sampai di sini, tudingan Rizal biasa saja sebenarnya. Hal biasa kritikan atas produk kebijakan pejabat dikritisi. Itu hal yang lumrah terjadi ketika kebijakan yang berdampak pada pertumbuhan produksi petani berimbas buruk.

Sayangnya, tudingan Rizal ini bukan menyasar Menteri Perdagangan yang punya otoritas mengendalikan ekspor impor. Rizal malah mengarahkan moncong tudingan busuknya ini ke Surya Paloh.

Entah darimana alur pikir Rizal Ramli menembak Surya Paloh dengan menuding bahwa kebijakan Mendag itu karena tekanan Surya Paloh yang punya bisnis garam dan gula.

"Sebetulnya biang keroknya ini Menteri Perdagangan Saudara Enggar, ya. Misalnya impor dari garam dia lebihkan 1,5 juta ton, petani garam marah; yang kedua, impor gula dia tambahkan 2 juta ton, impor beras dia tambahin 1 juta ton, termasuk yang Faisal katakan, tadi soal ban", ujar Rizal dengan sinis.

“Jadi biang keroknya sebetulnya Saudara Enggar, ya, cuma Presiden Jokowi nggak berani negur, takut sama Surya Paloh, ya. Saya katakan Pak Jokowi panggil saya saja biar saya yang tekan Surya Paloh, karena ini berengsek. Impor naik tinggi sekali, petani itu dirugikan, petambak dirugikan, dan akibatnya elektabilitas Pak Jokowi juga merosot digerogoti mereka ini, pada main dari komisi, dari impor yang sedemikian besarnya", tuding Rizal tanpa data.

Sontak tudingan menjurus fitnah ini membuat banyak kalangan terkejut. Bagaimana mungkin Surya Paloh yang tidak ada urusan ikut campur cawe-cawe kebijakan impor itu difitnah Rizal Ramli tanpa data dan fakta? Hanya berdasar asumsi hanya karena Mendag Enggartiasto Lukita mantan fungsionaris Nasdem otomatis Enggar dikendalikan Surya Paloh?

Dapat ditebak ocehan Rizal Ramli ini beraroma bau busuk. Rizal bukan lagi bicara sebagai ekonom yang setiap omongannya itu bisa diadu dengan data sahih.

Rizal Ramli berevolusi menjadi politikus pinggir jalan yang nubruk sana nubruk sini karena sakit hati terlempar dari Kabinet Indonesia Kerja.

Kita tahu Rizal Ramli saat di kabinet lebih banyak ngoceh bikin gaduh daripada bekerja serius dengan target yang telah ditetapkan Presiden Jokowi.

Dampak ocehan Rizal Ramli ini jelas menimbulkan fitnah yang menyerang nama baik Ketum Partai Nasdem Surya Paloh. Ada niat busuk ingin menghancurkan nama baik Surya Paloh secara pribadi dan secara umum nama baik Partai Nasdem.

Seakan-akan Partai Nasdem tidak berpihak pada petani dan nelayan. Mencari rente dari komisi impor. Sesuatu tudingan yang jahat dan busuk sekali.

Masuk akal jika Surya Paloh dan Partai Nasdem memberikan somasi. Sayangnya somasi agar Rizal Ramli mencabut pernyataannya di Kompas TV dan TV One itu tidak digubrisnya.

Kemarin, Partai Nasdem melalui Penasihat Hukumnya Taufik Bastari melaporkan Rizal Ramli atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik atas Surya Paloh dan Partai Nasdem.

Menurut Taufik Bastari, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh baik dalam kapasitas sebagai Ketua Partai maupun pribadi, tidak pernah turut campur dengan kebijakan impor yang dilakukan pemerintah, apalagi hingga ikut mengatur ataupun mengambil keuntungan dari situ.

Menurutnya Surya Paloh juga tidak memiliki bisnis terkait impor beras, impor gula, impor garam seperti yang dikesankan dalam pernyataan Sdr. RR bahwa seolah-olah Bapak Surya Paloh “bermain” dalam kebijakan impor tersebut.

Mulut mu harimau mu. Pepatah ini sering abai dipegang. Mulut Rizal Ramli yang menuding sana sini telah menimbulkan fitnah yang merusak nama baik banyak pihak. Omongannya yang tanpa check dan richeck itu dalam tahun politik ini tentu sangat merugikan citra Surya Paloh dan Partai Nasdem.

Kita mendukung agar setiap orang terlebih tokoh yang punya pengaruh agar hati-hati dalam berbicara. Tudingan tanpa bukti dan data sangat merugikan orang yang terkena fitnah. Seorang ekonom terlebih mantan pejabat sejatinya tidak layak bicara asal njeplak.

Saya mendukung Surya Paloh dan Partai Nasdem mengambil langkah hukum agar ada efek jera jangan ada lagi mulut berbicara tanpa data dan fakta.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Berita Terpanas

Prediksi Togel Sydney Tanggal 09 November 2018

Selamat Datang Di Forum Jagoberita.ml Prediksi Togel Sydney Untuk Hari Jumat Ini, 09 November 2018. Prediksi Di Bawah Ini Bisa Di Jadikan ...

Solusi Keuangan

Facebook

Follow by Email

Blog Archive