Berita Politik l Berita Bola l Prediksi Bola l Prediksi Togel | Nonton Film Online Terbaru

Thursday, October 25, 2018

HTI Masih Melawan Dan Kita Pasti Lawan Dan Tetap Harus Di Musnahkan Ormas Yang Tidak Masuk Nominasi Indonesia

HTI Masih Melawan Dan Kita Pasti Lawan Dan Tetap Harus Di Musnahkan Ormas Yang Tidak Masuk Nominasi Indonesia

Jagoberita - Kapolda Jabar kemarin menyampaikan hasil penyelidikan sementara bahwa bendera yang dibakar oknum Banser di Garut adalah bendera HTI.

Keterangan Polisi ini melegakan publik. Setidaknya isu super sensitif soal bendera HTI ini bisa mereda. Tidak meruncing menjadi gesekan antar massa.

HTI sejatinya sudah jadi almarhum. Namanya beserta simbol, struktur atau embel2 organisasinya dilarang muncul oleh pengadilan. HTI menjadi organisasi terlarang sama seperti PKI.

Kematian HTI berawal dari lahirnya Perppu Ormas Anti Pancasila yang dikeluarkan Presiden Jokowi tidak lama setelah aksi 212 yang menyeret Ahok ke penjara.

Lahirnya Perppu Ormas ini bukan ujug-ujug. Usulan Perppu Ormas yang keras menyembelih ormas anti Pancasila ini berembrio dari kekhawatiran NU atas meraksasanya pengaruh HTI di tengah masyarakat. HTI punya tujuan mendirikan negara khilafah.

Satu dekade masa SBY berkuasa, HTI atau organ sejenis HTI yang ingin mengganti Pancasila mendapat lahan subur tumbuh berkembang. Kecambah HTI bertunas lalu beranting dan berdaun lebat. Berbuah dan membelah diri beranak pinak ke seluruh penjuru tanah air.

Syukurlah, pilpres 2014 Jokowi menang. Asa menjaga Pancasila dari rongrongan khilafah muncul kembali. Tapi tidak mudah bagi pemerintahan Jokowi menggebuk HTI dan afiliasinya.

Mereka sudah menjadi organisasi kuat. Manajemen organisasinya solid, militan dan punya sumber finansial yang tidak ada habisnya. HTI pernah mengisi penuh Stadion GBK berkapasitas 120 ribu orang. Mereka show of force besar-besaran bahkan acara itu disiarkan langsung oleh TVRI. HTI sudah punya anggota jutaan orang.

Kader militan HTI sudah menerobos masuk ke pusat-pusat pemerintahan. Sebagian menyusup ke lembaga TNI, Polri, Kementerian dan BUMN. Universitas tempat pencetak calon pemimpin satu persatu mereka akuisisi.

Mayoritas universitas ternama tanah air jadi rumah besar mereka. Para dosen dan guru menjadi perpanjangan lidah indoktrinasi mereka. Penelitian terbaru dari PPIM menjelaskan 6 dari 10 guru intoleran.

Lihatlah organ sayap mahasiswa GEMA Pembebasan HTI. Hampir di semua kampus ada. Mereka tidak segan unjuk gigi membuat video menyuarakan khilafah satu-satunya solusi untuk Indonesia.

Banyak kalangan pengamat politik menilai, jika HTI tidak dibubarkan, Indonesia tinggal menunggu waktu saja jatuh seperti Suriah atau Mesir. Bahkan perang saudara antar kita anak bangsa bisa lebih parah lagi dari contoh kedua negara itu.

Tapi bagaimana caranya memotong HTI dan organ anti Pancasila lainnya?

Tidak ada asap kalau tidak ada api. Jika sudah terjadi kebakaran maka yang muncul pemadam kebakaran. Api mungkin padam seiring waktu. Tapi kerugian dan korban sudah begitu banyak habis. Seperti Suriah, 5 tahun perang saudara. Jutaan manusia menjadi korban peperangan.

Mumpung apinya belum membakar habis pikiran 260 juta rakyat Indonesia, ya dipadamkan saja saat masih apinya kecil. Matikan saja api itu meskipun bakal ada perlawanan. Terlalu besar taruhannya jika api itu dibiarkan menjadi magma segede gunung merapi.

Di tengah membesarnya otot HTI merasuki sendi-sendi masyarakat, muncul Banser NU. Banser NU yang jelas warna ikat kepalanya ini berani menghadang HTI. Di mana HTI bikin tabligh akbar, Banser NU melawan.

Banser NU berani hadap-hadapan menghadang serbuan provokasi pendirian negara khilafah versi HTI. Bentrokan kerap terjadi. Buat Banser NU, NKRI harga mati. Siapapun yang mencoba meruntuhkan NKRI itu artinya sama saja membunyikan seruan Jihad Fisabililah Hadratus Syech Hasyim Ashari pendiri NU.

Pucuk dicinta ulampun tiba. Penghadangan oleh Banser NU ini didengar Presiden Jokowi. Gus Yaqut Panglima Tertinggi Banser NU mendesak Presiden Jokowi agar mengeluarkan Perppu Ormas. Tidak ada waktu lagi negosiasi atau lobi-lobi. Zero toleransi untuk HTI. Ini soal hidup atau matinya Pancasila. Pancasila berganti, Indonesia tinggal fosil. .

Semangat menggebu itu pada dua hari lalu terjadi di Hari Santri Nasional Garut. HTI yang jago memainkan simbol merangsek masuk ke acara Hari Santi. Ada anggota Banser disana. Spontan anggota Banser yang melihat bendera HTI berkibar merebut bendera HTI. Anggota Banser tahu bendera itu sudah dilarang berkibar. Dengan spontan mereka membakar bendera HTI itu.

Video pembakaran bendera itu akhirnya viral. HTI bak kena mantra ajaib tetiba bangun dari tidurnya. Semua sel tidur organik mereka bangkit. Dalam tempo hitungan jam media sosial twitter, IG, fesbuk penuh timeline video viral pembakaran bendera itu.

Saya harus jujur mengatakan, Indonesia harus berterimakasih kepada Ormas NU, Ansor Banser NU dan elemen pendukung lain yang berjibaku di garis depan mengusulkan lahirnya Perppu Ormas ini. Keberanian Panglima Tertinggi Banser Gus Yaqut bertaruh apapun untuk melawan HTI benar-benar membuat saya harus angkat topi dan angkat segelas kopi.

Dalam bertempur risiko berhadap-hadapan langsung yang diambil Gus Yaqut itu tidak mudah. Musuhnya bukan kelas kampung. Musuhnya sudah punya jutaan anggota.

Itu artinya pertaruhan melawan HTI head to head bukan sembarangan. Terbukti kemarin Banser dikeroyok habis-habisan di media sosial. Bahkan di Solo, kemarin ribuan orang melakukan aksi demo di PCNU Solo.

Banser sudah mengambil bagian sejarahnya melawan siapapun yang mau merongrong Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Jangan kita biarkan mereka menjadi perisai negeri sendirian. Jangan kita biarkan mereka berjalan sendirian. Siapapun yang mau mengganti sistem negara kita adalah lawan kita. Tetap solid.. Tetap semangat..rapatkan barisan.. Indonesia Jaya.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Berita Terpanas

Prediksi Togel Sydney Tanggal 09 November 2018

Selamat Datang Di Forum Jagoberita.ml Prediksi Togel Sydney Untuk Hari Jumat Ini, 09 November 2018. Prediksi Di Bawah Ini Bisa Di Jadikan ...

Solusi Keuangan

Facebook

Follow by Email

Blog Archive